Aksi Tolak Pemilu, Mahasiswa Papua: “Kami Dipukuli, Ditendang”

Mahasiswa AMP ditangkap polisi, 15 April 2019.

Solidaritas.net – Aksi damai menolak pemilu Indonesia tahun 2019 dan berikan hak penentuan nasib sendiri untuk Bangsa West Papua dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali.

Aksi yang diadakan di Denpasar Bali, pada hari Senin  (15/04/2019) pagi itu, mendapatkan tindakan pemukulan dan penangkapan dari aparat Kepolisian Indonesia.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan pemilu 2019 yang dinilai sarat dengan kepentingan agenda kolonial Indonesia dan kepentingan kapitalis internasional di atas tanah tanah West Papua.

Aktivis AMP, Natalis Bukega mengungkapkan, sejak Freeport Mc Moran beroperasi pada tahun 1967 hingga sekarang terjadi perampokan sumber daya alam di tanah West Papua serta pembungkaman hak demokratis rakyat West Papua.

“Setiap produk kolonialisme Indonesia, termasuk Pemilu 2019, itu merupakan kepentingan untuk menjual tanah West Papua tanpa melihat apa yang diinginkan oleh rakyat Papua,”ujarnya

Sebelumnya, massa aksi berencana akan melakukan  aksi jalan kaki dari lapangan parkir timur Renon menuju Konjen Amerika Serikat di bilangan Jalan Hayam Wuruk. Namun, 15 meter sebelum sampai  di titik aksi, massa mendapatkan penghadapan, pemukulan, dan penangkapan dari pihak kepolisian Indonesia.

Salah seorang korban pemukulan polisi

Tujuh orang mengalami luka berdarah dan beberapa lainnya mengalami memar-memar diakibatkan tendangan sepatu lars.

“Poster kami disobek,  kami dipukul, ditendang,  dan dibawa ke Polresta Denpasar,” ucap  Natalius

Dalam aksi ini, AMP kota Bali membawa berbagai tuntutan seperti yang ditulis dalam rilis pers mereka, yakni:

  1. Berikan hak penentuan nasib sendiri Bagi rakyat West Papua;
  2. Tarik militer organik dan non-organik dari West Papua;
  3. Buka akses jurnalis dan informasi untuk West Papua;
  4. Hentikan kekerasan militer di Nduga, West Papua;
  5. Usut dan tuntaskan represifitas di Malang yang terjadi dalam aksi 7 April 2019.

Berkomentar