Gaji dan THR Buruh PT Galih Ayom Paramesti Belum Dibayar, Buruh Bersiap Mogok 15 Juli 2019

buruh pt galih ayom paramesti demo

Bekasi – Kekecewaan melanda puluhan buruh PT Galih Ayom Paramesti yang gaji dan tunjangan hari raya (THR) yang seharusnya menjadi hak buruh belum dibayarkan hingga kini.

PT Galih Ayom Paramesti memproduksi komponen otomotif untuk PT Kawasaki Motor Indonesia dan beberapa perusahaan otomotif lainnya.

Permasalahan ini terjadi sejak pertengahan tahun 2017. Perusahaan yang berlokasi di Jl. Inspeksi Tarum Barat, Tambun, Kabupaten Bekasi ini seringkali telat membayarkan upah pekerja. Perusahaan beralasan mengalami kesulitan keuangan.

Namun, serikat pekerja menolak alasan tersebut karena aktivitas produksi terlihat berjalan normal, dengan muatan penuh dalam dua sif, adanya lembur dan rekrutmen pekerja baru.

Buruh tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Bekasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSB-BEKASI KASBI). Sekretaris FSB Bekasi PT Galih Ayom Pramesti, Ilham, menjelaskan pihaknya telah berusaha melakukan perundingan dengan manajemen, namun pengusaha masih tetap sering terlambat membayarkan upah.

“Buruh juga sudah melaporkan permasalahan ini kepada Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan setempat. Namun, tidak menghasilkan penyelesaian yang bersifat final. Pengawas malah meminta kami agar bipartit lagi,” kata Ilham.

Perusahaan memang membayarkan denda keterlambatan, namun masalah terus terjadi tanpa penyelesaian. Puncaknya pengusaha tidak membayarkan upah dan THR sehingga buruh terpaksa berdemo di depan perusahaan pada tanggal 28 dan 29 Mei 2019.

Sampai hari ini, upah dan THR yang menjadi hak buruh tidak juga dipenuhi oleh pengusaha.

Karena itulah, buruh akan melakukan mogok kerja pada 15 Juli 2019 dengan tuntutan sebagai berikut:

  1. Bayarkan segera upah bulan Mei dan Juni 2019 berikut denda keterlambatan;
  2. Bayarkan segera tunjangan hari raya berikut denda keterlambatan
  3. Laksanakan pembayaran upah sesuai dengan upah minimum sektoran Kabupaten Bekasi tahun 2019
  4. Bayarkan selisih kekurangan upah/rapelan per Januari 2019.

Terkait dengan permasalahan ini, Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (FSEDAR) berencana akan ikut memberikan solidaritas kepada buruh yang mogok.

“Upah adalah hak yang sangat-sangat normatif yang seharusnya dibayarkan tanpa banyak alasan. Kami mendukung perjuangan buruh PT Galih dan akan ikut melakukan aksi solidaritas,” kata Juru Bicara FSEDAR, Sarinah.

Menurut Sarinah, tindakan pengusaha yang tidak membayarkan THR telah merampas hak buruh untuk merayakan Idul Fitri dengan layak.

“THR adalah satu-satunya harapan buruh untuk merayakan Lebaran dengan layak. Tidak terbayang bagaimana nasib buruh tanpa THR di hari Lebaran yang lalu,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *