Mahasiswa Palu Turun ke Jalan, Nyatakan Boikot AICE

0
Mahasiswa di Palu aksi peringati Hari Perempuan Internasional pada Senin (9/3/2020) Foto/Muhammad Azis

Bekasi – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan untuk Rakyat (SANTUY) mendukung pemogokan buruh es krim AICE, PT. Alpen Food Industry (PT. AFI) dan ikut mogok makan es krim AICE.

Dukungan itu disampaikan dalam aksi yang di gelar pada Senin (9/3/2020) kemarin untuk memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) di Bundaran Titik Nol Kota Palu, Jln. Hasanuddin.

F-SEDAR Desak Sahkan RUU P-KS dan Tolak Omnibus Law

“Kami serukan boikot produk AICE sebelum diberikannya kesejahteraan dan kondisi kerja layak bagi buruhnya,” ujar Muhammad Azis, salah satu peserta aksi, seperti dikutip dalam rilis yang diterima solidaritas.net.

Muhammad Azis menilain, pabrik AICE menjadi salah satu perusahaan yang anti terhadap kesejahteraan perempuan.

“Biar hamil-hamil, para buruh perempuan itu tetap dipaksakan kerja. Belum ada Omnbus Law Cilaka saja, sebenarnya AICE sudah lebih mencilakakan buruh, terutama buruh perempuan,” terang Azis.

Mogok Kerja Dikenai Sanksi, F-SEDAR Menolak

Itulah mengapa, tambah Azis, mereka mendukung pemogokan buruh-buruh AICE dan tidak lagi membeli es krim yang berasal dari perusahaan berinduk di Singapura tersebut.

“Untuk sementara kami stop makan es krim AICE, karena berasal dari pemerasan terhadap buruh-buruh perempuan hamil.”

Selain dukungan terhadap buruh AICE, mereka juga mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) segera disahkan. Mereka juga Menolak RUU Ketahanan Keluarga, RUU Omnibus Law, mendesak agar SK DO terhadap mahasiswa Unkhair dicabut, dan segera memberikan hak kepada korban bencana alam di Palu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *