Suarakan Tutup Freeport dan Golput, Massa Aksi Digebuk Polisi

Solidaritas.net – Aksi unjuk rasa untuk menuntut PT Freeport yang digelar di depan Kantor Balai Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (7/4/2018), berujung dengan bentrok. Sejumlah massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan sejumlah organisasi tersebut malah dipukuli oleh aparat kepolisian, sehingga sebanyak 10 orang jadi korban cedera dan terluka.

“Korban pemukulan sebanyak 8 orang, satu orang luka memar wajah, satu orang berdarah di kepala,” demikian keterangan resmi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang menggelar aksi unjuk rasa bersama dengan tema berjudul ‘Tutup Freeport, Golput Pilpres dan Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa West Papua Sebagai Solusi Demokratis’ tersebut.

Dalam keterangan kronologis aksi dijelaskan pihak kepolisian sudah menghadang massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama SMART dan Pembebasan yang berjumlah 28 orang itu sejak berada di titik kumpul sekitar pukul 13.40 WIB. Dalam perjalanan long march menuju Balai Kota Malang, beberapa mobil polisi dan dalmas juga turut mengikuti.

Saat berlangsung orasi, suasana aksi menjadi tidak kondusif karena salah seorang oknum aparat mengancam peserta aksi, bahkan sampai memprovokasi dan mengintimidasi. Setelah itu, sejumlah orang yang diduga intel berpakaian preman dan ormas mencoba mendorong massa aksi unjuk rasa hingga ke pagar balai kota, sementara aparat polisi hanya diam.

Karena tersulut emosi, massa aksi unjuk rasa pun mulai terlibat bentrok hingga dipukuli oleh aparat kepolisian berpakaian preman dan sejumlah orang yang diduga dari ormas tersebut. Massa aksi unjuk rasa kemudian dibubarkan secara paksa dan diminta naik ke mobil dalmas untuk dibawa menjauh dan diturunkan di Terminal Landungsari sekitar pukul 15.31 WIB.

Akibat peristiwa pemukulan tersebut, beberapa peserta aksi unjuk rasa mengalami cidera dan luka-luka pada sebagian tubuhnya. Di antara peserta berinisial CU yang mengalami luka pada bibir bawah, samping dagu, leher, kepala, di dekat telinga, dan pergelangan tangan. Lalu, N terluka berdarah pada bagian kepala, YU luka pada hidung, bibir dalam dan samping alis. Kemudian, M mengalami patah gigi depan dan pipi bengkak. Sebagian lainnya juga ikut dipukul dan ditendang aparat tersebut.

Berkomentar